JADILAH ENGAKU SESUATU



Anakku.....
Menjadi Orangtua membuatku menjadi sesuatu
Kasih sayangku padamu tak terkikis oleh emosi sesaatku
memandang wajahmu saat engkau tidur
Aku tersenyum melihat senyummu, engkau pasti bermimpi indah
Itu pikirku, dan aku cemas saat engkau terbangun.
Sebab Anakku ……..
Hidup bukan suatu impian yang indah...
Tapi kenyataan yang sesuai engkau usahakan
“SEMOGA SUKSES ANAKKU & DOAKU SELALU MENYERTAIMU”

Dahsyatnya Proses Sakaratul Maut

“Demi Allah, seandainya jenazah yang sedang kalian tangisi bisa berbicara sekejab, lalu menceritakan (pengalaman sakaratul mautnya) pada kalian, niscaya kalian akan melupakan jenazah tersebut, dan mulai menangisi diri kalian sendiri”. (Imam Ghozali mengutip atsar Al-Hasan).
Datangnya Kematian Menurut Al Qur’an :
  1. Kematian bersifat memaksa dan siap menghampiri manusia walaupun kita berusaha menghindarkan resiko-resiko kematian.
    Katakanlah: “Sekiranya kamu berada di rumahmu, niscaya orang-orang yang telah ditakdirkan akan mati terbunuh itu ke luar (juga) ke tempat mereka terbunuh”. Dan Allah (berbuat demikian) untuk menguji apa yang ada dalam dadamu dan untuk membersihkan apa yang ada dalam hatimu. Allah Maha Mengetahui isi hati. (QS Ali Imran, 3:154)
  2. Kematian akan mengejar siapapun meskipun ia berlindung di balik benteng yang kokoh atau berlindung di balik teknologi kedokteran yang canggih serta ratusan dokter terbaik yang ada di muka bumi ini.
    Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendati pun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh, dan jika mereka memperoleh kebaikan, mereka mengatakan: “Ini adalah dari sisi Allah”, dan kalau mereka ditimpa sesuatu bencana mereka mengatakan: “Ini (datangnya) dari sisi kamu (Muhammad)”. Katakanlah: “Semuanya (datang) dari sisi Allah”. Maka mengapa orang-orang itu (orang munafik) hampir-hampir tidak memahami pembicaraan sedikit pun? (QS An-Nisa 4:7 8)
  3. Kematian akan mengejar siapapun walaupun ia lari menghindar.
    Katakanlah: “Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan”. (QS al-Jumu’ah, 62: 8)
  4. Kematian datang secara tiba-tiba.
    Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang Hari Kiamat; dan Dia-lah Yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok. Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. (QS, Luqman 31:34)
  5. Kematian telah ditentukan waktunya, tidak dapat ditunda atau dipercepat|
    Dan Allah sekali-kali tidak akan menangguhkan (kematian) seseorang apabila datang waktu kematiannya. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS, Al-Munafiqun, 63:11)
Dahsyatnya Rasa Sakit Saat Sakaratul Maut
Sabda Rasulullah SAW : “Sakaratul maut itu sakitnya sama dengan tusukan tiga ratus pedang” (HR Tirmidzi)
Sabda Rasulullah SAW : “Kematian yang paling ringan ibarat sebatang pohon penuh duri yang menancap di selembar kain sutera. Apakah batang pohon duri itu dapat diambil tanpa membawa serta bagian kain sutera yang tersobek ?” (HR Bukhari)
Atsar (pendapat) para sahabat Rasulullah SAW .
Ka’b al-Ahbar berpendapat : “Sakaratul maut ibarat sebatang pohon berduri yang dimasukkan kedalam perut seseorang. Lalu, seorang lelaki menariknya dengan sekuat-kuatnya sehingga ranting itupun membawa semua bagian tubuh yang menyangkut padanya dan meninggalkan yang tersisa”.
Imam Ghozali berpendapat : “Rasa sakit yang dirasakan selama sakaratul maut menghujam jiwa dan menyebar ke seluruh anggota tubuh sehingga bagian orang yang sedang sekarat merasakan dirinya ditarik-tarik dan dicerabut dari setiap urat nadi, urat syaraf, persendian, dari setiap akar rambut dan kulit kepala hingga kaki”.
Imam Ghozali juga mengutip suatu riwayat ketika sekelompok Bani Israil yang sedang melewati sebuah pekuburan berdoa pada Allah SWT agar Ia menghidupkan satu mayat dari pekuburan itu sehingga mereka bisa mengetahui gambaran sakaratul maut. Dengan izin Allah melalui suatu cara tiba-tiba mereka dihadapkan pada seorang pria yang muncul dari salah satu kuburan. “Wahai manusia !”, kata pria tersebut. “Apa yang kalian kehendaki dariku? Limapuluh tahun yang lalu aku mengalami kematian, namun hingga kini rasa perih bekas sakaratul maut itu belum juga hilang dariku.”
Proses sakaratul maut bisa memakan waktu yang berbeda untuk setiap orang, dan tidak dapat dihitung dalam ukuran detik seperti hitungan waktu dunia ketika kita menyaksikan detik-detik terakhir kematian seseorang. Mustafa Kemal Attaturk, bapak modernisasi (sekularisasi) Turki, yang mengganti Turki dari negara bersyariat Islam menjadi negara sekular, dikabarkan mengalami proses sakaratul maut selama 6 bulan (walau tampak dunianya hanya beberapa detik), seperti dilaporkan oleh salah satu keturunannya melalui sebuah mimpi.
Rasa sakit sakaratul maut dialami setiap manusia, dengan berbagai macam tingkat rasa sakit, ini tidak terkait dengan tingkat keimanan atau kezhaliman seseorang selama ia hidup. Sebuah riwayat bahkan mengatakan bahwa rasa sakit sakaratul maut merupakan suatu proses pengurangan kadar siksaan akhirat kita kelak. Demikianlah rencana Allah. Wallahu a’lam bis shawab.
Sakaratul Maut Orang-orang Zhalim
Imam Ghozali mengutip sebuah riwayat yang menceritakan tentang keinginan Ibrahim as untuk melihat wajah Malaikatul Maut ketika mencabut nyawa orang zhalim. Allah SWT pun memperlihatkan gambaran perupaan Malaikatul Maut sebagai seorang pria besar berkulit legam, rambut berdiri, berbau busuk, memiliki dua mata, satu didepan satu dibelakang, mengenakan pakaian serba hitam, sangat menakutkan, dari mulutnya keluar jilatan api, ketika melihatnya Ibrahim as pun pingsan tak sadarkan diri. Setelah sadar Ibrahim as pun berkata bahwa dengan memandang wajah Malaikatul Maut rasanya sudah cukup bagi seorang pelaku kejahatan untuk menerima ganjaran hukuman kejahatannya, padahal hukuman akhirat Allah jauh lebih dahsyat dari itu.
Kisah ini menggambarkan bahwa melihat wajah Malakatul Maut saja sudah menakutkan apalagi ketika sang Malaikat mulai menyentuh tubuh kita, menarik paksa roh dari tubuh kita, kemudian mulai menghentak-hentak tubuh kita agar roh (yang masih cinta dunia dan enggan meninggalkan dunia) lepas dari tubuh kita ibarat melepas akar serabut-serabut baja yang tertanam sangat dalam di tanah yang terbuat dari timah keras.
Itulah wajah Malaikatul Maut yang akan mendatangi kita kelak dan memisahkan roh dari tubuh kita. Itulah wajah yang seandainya kita melihatnya dalam mimpi sekalipun maka kita tidak akan pernah lagi bisa tertawa dan merasakan kegembiraan sepanjang sisa hidup kita.
Alangkah dahsyatnya sekiranya kamu melihat di waktu orang-orang yang zalim (berada) dalam tekanan-tekanan sakratulmaut, sedang para malaikat memukul dengan tangannya, (sambil berkata): “Keluarkanlah nyawamu”. Di hari ini kamu dibalas dengan siksaan yang sangat menghinakan, karena kamu selalu mengatakan terhadap Allah (perkataan) yang tidak benar dan (karena) kamu selalu menyombongkan diri terhadap ayat-ayat-Nya. (QS Al-An’am 6:93)
(Yaitu) orang-orang yang dimatikan oleh para malaikat dalam keadaan berbuat lalim kepada diri mereka sendiri, lalu mereka menyerah diri (sambil berkata); “Kami sekali-kali tidak mengerjakan sesuatu kejahatan pun”. (Malaikat menjawab): “Ada, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang telah kamu kerjakan”. Maka masukilah pintu-pintu neraka Jahanam, kamu kekal di dalamnya. Maka amat buruklah tempat orang-orang yang menyombongkan diri itu. (QS, An-Nahl, 16 : 28-29)
Di akhir sakaratul maut, seorang manusia akan diperlihatkan padanya wajah dua Malaikat Pencatat Amal. Kepada orang zhalim, si malaikat akan berkata, “Semoga Allah tidak memberimu balasan yang baik, engkaulah yang membuat kami terpaksa hadir kami ke tengah-tengah perbuatan kejimu, dan membuat kami hadir menyaksikan perbuatan burukmu, memaksa kami mendengar ucapan-ucapan burukmu. Semoga Allah tidak memberimu balasan yang baik ! ” Ketika itulah orang yang sekarat itu menatap lesu ke arah kedua malaikat itu.
Ketika sakaratul maut hampir selesai, dimana tenaga mereka telah hilang dan roh mulai merayap keluar dari jasad mereka, maka tibalah saatnya Malaikatul Maut mengabarkan padanya rumahnya kelak di akhirat. Rasulullah SAW pernah bersabda, “Tak seorangpun diantara kalian yang akan meninggalkan dunia ini kecuali telah diberikan tempat kembalinya dan diperlihatkan padanya tempatnya di surga atau di neraka”.
Dan inilah ucapan malaikat ketika menunjukkan rumah akhirat seorang zhalim di neraka, “Wahai musuh Allah, itulah rumahmu kelak, bersiaplah engkau merasakan siksa neraka”. Naudzu bila min dzalik!
Sakaratul Maut Orang-orang Yang Bertaqwa
Sebaliknya Imam Ghozali mengatakan bahwa orang beriman akan melihat rupa Malaikatul Maut sebagai pemuda tampan, berpakaian indah dan menyebarkan wangi yang sangat harum.
Dan dikatakan kepada orang-orang yang bertakwa: “Apakah yang telah diturunkan oleh Tuhanmu?” Mereka menjawab: “(Allah telah menurunkan) kebaikan”. Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini mendapat (pembalasan) yang baik. Dan sesungguhnya kampung akhirat adalah lebih baik dan itulah sebaik-baik tempat bagi orang yang bertakwa, (yaitu) surga Adn yang mereka masuk ke dalamnya, mengalir di bawahnya sungai-sungai, di dalam surga itu mereka mendapat segala apa yang mereka kehendaki. Demikianlah Allah memberi balasan kepada orang-orang yang bertakwa. (yaitu) orang-orang yang diwafatkan dalam keadaan baik oleh para malaikat dengan mengatakan (kepada mereka): “Assalamu alaikum, masuklah kamu ke dalam surga itu disebabkan apa yang telah kamu kerjakan”. (QS, An-Nahl, 16 : 30-31-32)
Dan saat terakhir sakaratul mautnya, malaikatpun akan menunjukkan surga yang akan menjadi rumahnya kelak di akhirat, dan berkata padanya, “Bergembiaralah, wahai sahabat Allah, itulah rumahmu kelak, bergembiralah dalam masa-masa menunggumu”.
Wallahu a’lam bish-shawab.
Semoga kita yang masih hidup dapat selalu dikaruniai hidayah-Nya, berada dalam jalan yang benar, selalu istiqomah dalam keimanan, dan termasuk umat yang dimudahkan-Nya, selama hidup di dunia, di akhir hidup, ketika sakaratul maut, di alam barzakh, di Padang Mahsyar, di jembatan jembatan Sirath-al mustaqim, dan seterusnya.
Allahumma Amin..
- See more at: http://www.arrahmah.com/read/2008/05/17/1853-dahsyatnya-proses-sakaratul-maut.html#sthash.Cen2gFZM.dpuf

If We Die

"PINJAMI AKU SATU HARI..."
(suara kubur.)
Perlahan...., tubuhku diturunkan ke dalam lubang yang sempit...
Namun dengan cepat kemudian badanku ditimbun tanah...
Lalu semua orang meninggalkanku...
Masih terdengar jelas langkah kaki mereka...

Kini aku sendirian..., di tempat yang gelap,
tak pernah terbayangkan sebelumnya...
Sekarang aku sendiri, menunggu ujian dan pertanyaan-pertanyaan...
Suami/istri belahan jiwa pun pergi....
Anak..., yang ditubuhnya mengalir darahku..., juga pergi, apalagi sahabatku..., kawan dekat..., rekan bisnis...
Tak seorangpun yg mau ikut denganku...
Ternyata aku bukan siapa-siapa lagi bagi mereka...
Menyesal pun..., tiada berguna...
Tobat tak lagi diterima.
Minta maaf..., tak lagi didengar...
Kini aku sendirian mempertanggung jawabkan apa yang pernah aku lakukan...
Ya Allah...,
kalau boleh..., tolong pinjamkan satu hari saja milik-Mu...
Aku akan berkeliling memohon maaf kepada mereka, yang telah merasakan kezalimanku...
Yang susah dan sedih karena ulahku...
Yang aku sakiti hatinya...
Yang telah aku bohongi...
Yang telah aku lukai...
Ya Allah..., berikan aku satu hari saja...
Untuk memberi seluruh baktiku untuk ayah ibu tercinta...
Demi memohon maaf atas kata-kataku yang keras lagi tak sopan...
Maafkan aku Ayah... Maafkan aku Ibu...
Aku sungguh ingin sujud memohon ridha mereka...
Maafkan aku....
Dan aku ingin mengatakan bahwa aku sangat berterima kasih,
atas apa yang mereka korbankan untukku...
Ya Allah....,
pinjamkan aku satu hari saja...
Yang akan aku gunakan setiap detiknya,
Untuk ruku' dan sujud kepada-Mu...
Beramal shalih dengan tulus...
Menyedekahkan seluruh hartaku yang tersisa, di jalan-Mu...
Menyesaaaaal..., sekali rasanya...
Waktu-waktuku di dunia berlalu dengan sia-sia...
Bahkan Al Qur'an firman-Mu dengan malas-malasan kubaca...
Hadist Rasulullah pun tak pernah aku hiraukan...
Andai bisa kuputar ulang waktu itu...
Tapi... aku telah dimakamkan hari ini...
Manalah mungkin....?
Sakitnya sakaratul maut masih menancap pada setiap senti tubuhku yang kini kaku...
Tenggorokanku serasa ditancapi dahan besar yang penuh duri tajam...
Lalu dahan itu ditarik dengan sekuat tenaga oleh malaikat maut...
Sakit.... sakit sekali...
Seratus tahun pun tak hilang rasa sakit ini...
Kulit dan tulangku seperti digergaji lalu direbus dalam belanga...
Nyeri... panas.... masih terasa...
Dagingku pun terasa terlepas dari tulangnya...
Duhai..., kerasnya tarikan malaikat maut itu...
Seandainya aku masih bisa bercerita...
Tentu tak akan tenang tidur teman-temanku yang masih hidup...
Seumur hidup mereka tak akan pernah lagi tidur nyenyak...
Andai saja mereka tahu...
Baru beberapa saat dalam gelap...
Masih terdengar sayup-sayup suara sandal orang-orang yang meninggalkanku...
Tanah kuburku masih gembur...
Baru saja ditidurkan sendirian...
Aku lihat tanah kuburan ini makin lama makin menyempit...
Dari kiri, kanan, atas dan bawah, makin mendekat...
Aku ngeri... mereka terus menghimpitku dengan kejam...
Aku ingin berteriak...tapi tak mampu...
Tubuhku remuk, rusukku bertindihan...
Organ-organ dalamku hancur...
Inilah yang dijanjikan Allah pada semua mayat, termasuk mayat orang shalih...
Akankah diluaskan lagi kuburku setelah ini ... ?
Bagaimanakah aku menjawab pertanyaan ujian setelah ini ... ?
Ooohh..., andaikan aku bisa keluar dari sini...
Yaa Allah, yaa Rahman...
Ampuni dosa-dosa kami..., segala kekhilafan kami...
Engkaulah Maha Pengasih lagi Maha Pengampun...
Jadikanlah kelak akhir umur kami husnul khatimah dan sebagai penghuni surga Mu......
￿￿￿ Aamiin Yaa Mujibasaailiin .... ￿
Yaa Robbal Alamin .... pertemukan kami semua kelak dalam Surga FirdausMU ...￿￿￿￿￿

Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) 2015/2016


Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) disebut juga Computer Based Test (CBT) adalah sistem pelaksanaan ujian nasional dengan menggunakan komputer sebagai media ujiannya. Dalam pelaksanaannya, UNBK berbeda dengan sistem ujian nasional berbasis kertas atau Paper Based Test (PBT) yang selama ini sudah berjalan. Penyelenggaraan UNBK pertama kali dilaksanakan pada tahun 2014 secara online dan terbatas di SMP Indonesia Singapura dan SMP Indonesia Kuala Lumpur (SIKL). Hasil penyelenggaraan UNBK pada kedua sekolah tersebut cukup menggembirakan dan semakin mendorong untuk meningkatkan literasi siswa terhadap TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi). Selanjutnya secara bertahap pada tahun 2015 dilaksanakan rintisan UNBK dengan mengikutsertakan sebanyak 555 sekolah yang terdiri dari 42 SMP/MTs, 135 SMA/MA, dan 378 SMK di 29 Provinsi dan Luar Negeri. Penyelenggaraan UNBK saat ini menggunakan sistem semi-online yaitu soal dikirim dari server pusat secara online melalui jaringan (sinkronisasi) ke server lokal (sekolah), kemudian ujian siswa dilayani oleh server lokal (sekolah) secara offline. Selanjutnya hasil ujian dikirim kembali dari server lokal (sekolah) ke server pusat secara online (upload).
Daftar Sekolah Peserta UNBK

Benarkah cara Berislam Anda

Tidak bisa dipungkiri Islam “lahir” lebih dari 14 abad yang lalu. Selang waktu yang sangat lama ini sangat memungkinkan untuk terjadi kesesatan di dalam “tubuh” Islam. Jangankan 14 abad, dalam waktu yang sangat singkat saja, suatu kaum bisa menjadi sesat, sebagaimana terjadi pada Bani Israil ketika ditinggalkan oleh Nabi Musa ‘alaihissalam selama 40 hari. Yang tadinya mereka hanya menyembah kepada Allah, akhirnya mereka menyembah kepada berhala. Begitu pula dengan jarak yang sangat jauh dengan pusat penyebaran Islam di zaman dahulu, seperti: Madinah, Mekkah, Baghdad, Mesir dll. Untuk bisa mencapai negeri Indonesia, para penyebar Islam harus menempuh pelayaran dan perjalanan yang sangat lama. Ini juga mendukung terjadinya kesesatan. Berdasarkan catatan sejarah, di awal-awal masuknya Islam ke Indonesia, Islam banyak disebarkan oleh para pedagang Islam yang berinteraksi dengan masyarakat pribumi. Mereka tidak terkenal sebagai ulama yang benar-benar menguasai ilmu Islam secara mendalam sebagaimana ulama-ulama yang berada di pusat penyebaran Islam di zaman dahulu. Seandainya benar mereka adalah ulama-ulama yang memiliki ilmu yang sangat dalam, tentunya kita akan mendapatkan peninggalan-peninggalan ilmiah mereka, baik berupa: tulisan tangan, riwayat perkataan mereka atau kemasyhuran mereka di dunia Islam. Tetapi ternyata kita tidak menemukannya. Sehingga bisa disimpulkan bahwa Islam di Indonesia dulunya diajarkan oleh orang-orang yang belum mencapai derajat ulama yang mendalam ilmunya. Jika demikian, maka Islam bisa ternoda dengan ketidakberilmuan mereka. Ini juga sangat mendukung terjadinya kesesatan di Indonesia. Sebagaimana kita ketahui juga, agama yang banyak menyebar di Indonesia sebelum masuknya agama Islam adalah agama Hindu,
Budha, Animisme, Dinamisme dan Atheis. Disadari atau tidak, ini juga tidak menutup kemungkinan untuk terjadi percampuran agama Islam dengan agama-agama tersebut. Belum lagi dengan budaya yang beraneka ragam yang sekarang sangat tampak pengaruhnya terhadap pemeluk-pemeluk Islam di Indonesia. Ini juga bisa mendukung terjadinya kesesatan. Dengan membaca apa yang telah penulis paparkan di atas, maka Indonesia bisa menjadi “lahan” subur untuk menyebarnya berbagai kesesatan. Oleh karena itu, dalam berislam kita harus benar-benar memperhatikan apakah Islam yang kita jalani pada saat ini adalah Islam yang benar dan jauh dari kesesatan ataukah tidak. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengabarkan di dalam hadits Abu Hurairah:
Artinya: “Umat Yahudi terpecah-belah menjadi 71 atau 72 kelompok. Umat Kristen juga terpecah belah menjadi 71 atau 72 kelompok. Sedangkan umatku akan terpecah-belah menjadi 73 kelompok [1]. Seluruhnya di neraka kecuali satu kelompok.[2] Hadits di atas dengan jelas mengabarkan bahwa kaum muslimin akan berpecah-belah dan hanya ada satu kelompok yang selamat. Ini harus kita imani, karena Rasulullah-shallallahu ‘alaihi wa sallam-lah yang mengatakannya. Hadits di atas juga mengabarkan bahwa ketujuh puluh kelompok tersebut masih digolongkan sebagai umat Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam yang beragama Islam, sehingga meskipun mereka terjatuh kepada kesesatan, mereka di akhirat nanti masih berada di bawah kehendak Allah. Jika Allah
berkehendak untuk mengazab mereka maka Allah akan mengazab mereka, jika tidak maka Allah tidak akan mengazab mereka. Akan tetapi, kesemuanya pada akhirnya akan masuk surga. Penulis perlu mengingatkan bahwa ada kelompok-kelompok di dalam Islam yang menisbatkan diri mereka kepada Islam, tetapi kelompok-kelompok tersebut sebenarnya bukanlah termasuk umat Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, seperti: Ahmadiyah, Jaringan Islam Liberal (JIL), beberapa tarikat Shufiyah dan Syi’ah/Rafidhah yang melampaui batas dll. Kelompok-kelompok tersebut tidak termasuk ketujuh puluh kelompok yang disebutkan di dalam hadits di atas. Siapakah satu kelompok yang disebutkan di dalam hadits tersebut? Untuk menjawab pertanyaan ini, maka kita tidak boleh mengaku-ngaku berada dalam kebenaran kecuali memang ada dalilnya dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dan seharusnya kita selalu merasa was-was atau ragu apakah Islam yang kita jalani pada saat ini sudah benar ataukah belum. Dengan demikian kita akan bersemangat untuk mencari kebenaran tersebut. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mensifati mereka pada kelanjutan hadits di atas:
Artinya: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pun ditanya, “Siapakah satu kelompok itu, Ya Rasulullah?” Maka beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam pun menjawab, “Apa yang sesuai dengan yang saya dan para sahabatku berada di atasnya pada hari ini.” Dengan demikian, Islam yang paling benar adalah Islam yang sesuai dengan ajaran yang dibawa oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tanpa ada penambahan dan pengurangan di dalamnya dan juga Islam yang dijelaskan oleh para sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi

wa sallam, karena mereka langsung menerima ilmu dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sekarang ini banyak orang mengatakan bahwa kelompoknya adalah kelompok yang paling benar, karena kelompoknya berlandaskan Al-Qur’an dan As-Sunnah. Akan tetapi, mengapa masih terjadi perpecahan di antara mereka sehinga yang satu kelompok mengkafirkan yang lain dan yang lainnya mengatakan sesat kelompok yang lain? Ini semua terjadi karena mereka memahami Al-Qur’an dan As-Sunnah hanya dengan akal-akal mereka atau mencukupkan diri dengan bahasa Arab yang mereka kuasai. Sehingga mereka tidak tahu apakah mereka telah terjatuh kepada kesesatan ataukah tidak. Saudara pembaca yang mudah-mudahan Allah merahmati kita semua, Jika Al-Qur’an dan As-Sunnah ditafsirkan atau dijelaskan dengan akal-akal manusia, maka akan terjadilah keberagaman pemahaman, karena setiap orang sangat berbeda tingkat pemahamannya dengan yang lain. Jika terus berlangsung demikian, maka Islam di setiap zaman akan berbeda-beda dan akan menjadi agama baru yang berbeda dengan Islam yang dibawa oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Lalu, kita harus mengikuti pemahaman siapa? Jawabannya adalah kita harus mengikuti pemahaman Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, para sahabatnya dan orang-orang yang mengikuti jalan mereka dengan baik. Apakah mereka masih ada pada zaman sekarang ini? Ya, orang-orang yang mengikuti pemahaman para sahabat dan orang-orang yang mengikutinya dengan baik masih ada pada zaman sekarang ini sampai hari kiamat nanti. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
Artinya : ”Senantiasa ada sekelompok orang di kalangan umatku yang selalu tampak dengan kebenarannya. Orang yang tidak mengacuhkan mereka tidak dapat memberikan mudarat kepada mereka sampai datang perkara Allah dan mereka tetap dengan kebenarannya.”[3] Mengapa kita harus mengikuti pemahaman para sahabat dan orang-orang yang mengikutinya dengan baik? Setidaknya ada empat alasan mengapa kita harus mengikuti pemahaman mereka, yaitu: 1. Allah subhanahu wa ta’ala telah me-ridha-i mereka di dalam Al-Qur’an dengan firman-Nya: Artinya: “Allah telah ridha kepada mereka dan mereka pun telah ridha kepada Allah.” (QS Al-Bayyinah : 8) 2. Mereka adalah umat terbaik di hadapan Allah Artinya: “Sebaik-baik manusia adalah yang hidup di zamanku, kemudian yang hidup setelah zamanku, kemudian yang hidup setelahnya.” [4] 3. Allah mengancam orang-orang yang menyelisihi mereka di dalam Al-Qur’an dengan firman-Nya
Artinya: “Dan barangsiapa yang menentang Rasul sesudah jelas kebenaran baginya, dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mukmin, kami biarkan ia leluasa terhadap kesesatan yang telah dikuasainya itu dan kami masukkan ia ke dalam Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali.” (QS An-Nisa’ : 115) “Jalan orang-orang mukmin”, siapakah mereka? Tidak lain, mereka adalah sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. 4. Allah di dalam Al-Qur’an telah memuji mereka dan menyediakan untuk mereka surga
Artinya: “Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) dari golongan Muhajirin dan Anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah telah me-ridha-i mereka dan mereka pun telah ridha kepada Allah. Dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya selama-lamanya. Mereka kekal di dalamnya. Itulah kemenangan yang besar.” (QS At-Taubah : 100) Pada ayat di atas Allah menyebutkan keutamaan kaum Muhajirin dan Anshar serta orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik. Allah telah me-ridha-i mereka dan menyediakan surga untuk mereka kelak. Oleh karena itu, kita harus bisa mengikuti jejak mereka agar bisa menjadi seperti orang-orang yang disebutkan setelah kaum Muhajirin dan Anshar dan mendapatkan keutamaan berupa ke-ridha-an Allah dan surga.

Bagaimana agar kita bisa benar-benar yakin bahwa Islam yang kita jalani adalah Islam yang sesuai dengan pemahaman mereka? Agar kita bisa yakin, maka kita harus benar-benar mempelajari Islam ini dan menghidupkan keilmiahan dalam beragama. Kita tidak menerima, mengamalkan dan berkeyakinan kecuali benar-benar memiliki dalil dari Al-Qur’an dan HaditsNabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Hadits-hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang menyebar di dunia Islam pun harus diseleksi lagi, karena hadits tersebut bermacam-macam; Ada hadits shahih dan hasan (kedua hadits inilah yang bisa menjadi hujjah/dalil); dan ada juga haditsdha’if/lemah dan maudhu’/palsu (kedua hadits ini tidak bisa dijadikan hujjah). Tidak cukup dengan itu, kita harus meneliti lagi apakah pemahaman kita akan tafsir Al-Qur’an danhadits tersebut sudah sesuai dengan pemahaman orang-orang Islam yang terdahulu (kaum salaf dari kalangan sahabat, tabi’in, tabi’ut-tabi’in dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik) dengan membaca nukilan-nukilan perkataan mereka di kitab-kitab para ulama yang terpercaya keilmuannya. Di dalam urusan dunia saja kita harus ilmiah dalam menerima segala sesuatu, contohnya: Dalam bidang kedokteran, para dokter tidak bisa menerima suatu cara pengobatan kecuali dengan adanya penelitian dan bukti ilmiah. Begitu pula dalam bidang teknologi, para ilmuan tidak bisa mengatakan bahwa sesuatu penemuan tersebut adalah ilmu pengetahuan kecuali bisa dibuktikan dan dijelaskan dengan teori-teori ilmiah. Apalagi dalam beragama, maka kita juga harus menghidupkan keilmiahan dalam beragama, sehingga kita nantinya tidak salah dalam memahami agama ini dan tidak tersesat.
Kita juga seharusnya jangan terlalu fanatik dengan madzhab fiqh tertentu, seperti: madzhab Syafi’i, madzhab Hanbali (Ahmad), madzhab Hanafi dan madzhab Maliki. Imam-imam madzhabtersebut tidaklah ma’shum (terjaga dari dosa), sehingga memungkinkan bagi mereka terjatuh kepada kesalahan-kesalahan. Tidaklah ada pada suatu madzhab fiqh tersebut kecuali di dalamnya ada kebenaran dan kesalahan. Apa-apa yang benar dan sesuai dengan dalil, maka kita ikuti. Dan apa-apa yang salah atau menyelisihi dalil maka kita harus tolak. Kebenaran yang muthlaq tidak ada terdapat pada suatu madzhab tertentu. Dengan demikian, Sudah benarkah cara berislam Anda? Jika belum benar, maka marilah kita sama-sama memperbaikinya, berlapang dada menerima kebenaran dan tidak sombong. Akhirul-kalam, penulis mengharapkan kepada pembaca untuk bisa menyebarkan kebaikan yang terdapat pada tulisan ini dengan menyampaikannya kepada orang-orang di sekitar pembaca, keluarga dan kaum muslimin. Mudahan tulisan ini bermanfaat. Amin. [1] Sampai di sini HR Abu Dawud no. 4596, At-Tirmidzi no. 2640 dan Ibnu Majah no. 3991 (Hadits ini di-shahih-kan oleh Syaikh Al-Albani). [2] HR Al-Marwazi di As-Sunnah no. 59 dan Al-Hakim di Al-Mustadrak no. 444. Hadits ini memiliki syahid dari Anas bin Malik, sebagaimana diriwayatkan oleh Ath-Thabrani di Al-Mu’jam Al-Aushath no. 4886. [3] HR Muslim no. 5059 [4] HR Al-Bukhari no. 2652 dan Muslim no. 6635 Sumber : http://kajiansaid.wordpress.com

Liburan, Pantai Boom Makan Korban

PEKALONGAN – Sebanyak 6 anak terseret ombak Pantai Boom di Jalan Pantai Sari, Kecamatan Panjang Baru, Pekalongan Utara, Kota Pekalongan selama musim liburan Jumat (15/4) dan Sabtu (16/5). Satu anak Kamal Sadana, 13, pelajar SMP 15 kelas 1, warga Tirto Gang 18 Kecamatan Pekalongan Barat, kota Pekalongan terseret ombak dan belum diketemukan hingga berita ini ditulis, Minggu (17/5).
Dari keterangan yang berhasil dihimpun, pada Jumat (15/5) Tim SAR Pol Air Bripka Martono bersama personel Polsek Pekalongan Utara dan bantuan masyarakat bisa memberikan pertolongan kepada anak yang terseret ombak. Yang mana pada sekitar pukul 13.00, tiga orang anak dilaporkan terseret ombak Pantai Boom yang sedang pasang. Dua orang yang belum diketahui identitasnya cepat diselamatkan oleh warga.
Namun Khoulum Makrus, 13, warga Kelurahan Panjang hampir 20 menit tidak diketemukan. Akhirnya Tim SAR Pol Air bersama personel Polsek Pekalongan Utara langsung terjun ke pantai. Dan akhirnya korban masih bisa diselamatkan dalam keadaan hidup.
Baru hari berikutnya terjadi anak terseret ombak dan tenggelam, peristiwa tragis kembali terjadi sehari kemudian atau tepatnya, Sabtu (16/5) pagi. Berniat mengisi liburan dengan bermain bola di pantai, 3 anak masing-masing Kamal Sadana, 13 pelajar SMP 15 kelas 1, warga Tirto gang 18 Kecamatan Pekalongan Barat, kota Pekalongan, Muhammad Faris Wicaksono, 13, pelajar SD Tirto 03 yang masih merupakan kerabat Kamal dan Richard Hukana, 13, pelajar SMP 15 warga Tirto gang 2 Kecamatan Pekalongan Barat, Kota Pekalongan datang di lokasi yang sama.
Setelah asyik bermain bola, mereka nekat berenang ke bibir pantai ke arah Geotube (karung pasir penahan ombak, red). Asyik bermain lompat-lompatan, ada ombak besar menghantam ketiganya. Salah seorang anak, Mohammad Faris yang tidak bisa berenang terlempar dan terseret ombak lantas saudara Kamal Sadana membantu menolong, namun nahas dirinya malah terseret ombak dan hilang sampai sekarang.
Hal tersebut dibenarkan saksi mata, Ramdhani, 29, Ketua RT setempat. Entah karena terlalu asik atau apa, ketiganya nekat bermain di tanggul Geotube yang berjarak 50-an meter dari pantai. Namun ombak besar menghantam mereka, sehingga Mohammad Faris yang tidak bisa berenang terlempar dan terseret ombak. “Kemudian Kamal Sadana membantu menolong, M Faris bisa diselamatkan namun Kamal Sadana malah setelah terseret ombak dan hilang, sementara satu temanya lagi Richard Hukana yang juga selamat meminta pertolongan ke warga,” Jelasnya.
Kapolres Pekalongan Kota AKBP Luthfie Sulistiawan melalui Kapolsek Pekalongan Utara AKP I Ketut Lanus menegaskan pihaknya sudah melarang anak-anak maupun orang dewasa sementara mendekati pantai. “Karena sebelumnya juga terjadi hal yang sama, 3 anak nyaris saja tenggelam namun bisa diselamatkan. Namun kali ini kejadian hampir serupa namun ada satu yang belum bisa ditemukan sementara 2 anak lainnya selamat,” ujarnya.
Dia menerangkan tim Polres dibantu dengan bantuan Tim SAR dari Basarnas, Satpol PP Air, Pol Air, Kanzus Sholawat, Sotong Resque sejak Sabtu pagi melakukan pencarian. Dan berhenti pada sore hari, karena kecapekan dan keadaan gelap. Kemudian dilanjutkan pada Minggu pagi sampai berita ini ditulis tetap dilakukan pencarian korban.
Keluarga korban juga sejak Sabtu pagi stand by di Pantai Sari untuk terus memantau pencarian. Berbagai upaya terus dilakukan, dari mendatangkan beberapa orang pintar sampai doa bersaam teman-teman sekelas korban di SMPN 15 Kota Pekalongan.
sumber http://www.radarsemarang.com

2 Bocah Selamat & 1 Hilang Terseret Arus Ombak di Pantai Pasir Kencana Pekalongan

Dari ketiga bocah, beruntung dua bocah berhasil terselamatkan. Sementara itu, satu korban lainnya dinyatakan hilang dan masih dalam pencarian petugas. Adapun identitas ketiga bocah bernama Kamal Sadana, Fariz Wicaksono dan Ricard Hukana. Semarang, Aktual.co — Tiga bocah berusia belasan tahun asal warga kelurahan Tirto Kota Pekalongan, Jawa Tengah hanyut terseret ombak saat berenang di pantai Pasir Kencana Pekalongan, sekitar pukul 10.00 WIB, Sabtu (16/5). Dari ketiga bocah, beruntung dua bocah berhasil terselamatkan. Sementara itu, satu korban lainnya dinyatakan hilang dan masih dalam pencarian petugas. Adapun identitas ketiga bocah bernama Kamal Sadana, Fariz Wicaksono dan Ricard Hukana. Petugas gabungan dari Kepolisian dan Tim SAR saat ini masih mencari korban. Petugas menyisiri sepanjang bibir pantai bersama ratusan warga yang juga turut mengisi liburan panjang. Kapolsek Pekalongan Utara, Kompol I Ketut Lanus mengatakan, ketiga korban ini bermula berenang di pantai untuk mengisi waktu liburan. Salah satu bocah bernama Kaml justru terseret ombak saat hendak menolong Fariz yang tenggelam karena tidak bisa berenang. "Korban yang berhasil selamat bernama Fariz Wicaksono dan rekannya masih diminta keterangan petugas," ujar dia, ditemui di sela-sela lokasi evakuasi. Disamping itu, gelombang ombak masih tinggi. Kendati demikian, menyulitkan petugas mencari korban yang terseret arus ombak. Namun, petugas masih terus melakukan pencarian korban. Saat ini, kata dia, kedua bocah yang selamat masih dimintai keterangan petugas di Mapolsek Pekalongan Utara sambil menunggu pihak keluarga menjemput. Sementara itu, petugas juga masih melakukan pengawasan dan penjagaan ketat di pantai, karena saat musim liburan di pantai dipadati pengunjung.

Jakarta - Bandung 27 April 2015

Panorama Alam wisata Gunung Tangkuban Perahu dengan ketinggian 2084 mdpl terletak di daerah Subang, Bandung. Keindahan alam dengan kawah yang masih aktip, gunung ini merupakan gunung berapi yang masih aktip sampai sekarang dan terkadang masih mengeluarkan letusan-letusan sehingga pada waktu tertentu wisata ke Tangkuban Perahu ditutup.

Pesona dari keindahan pemandangan Gunung Tangkuban Perahu sangat mengagumkan, terlebih lagi pada saat cuaca cerah, dasar kawah dapat di lihiat dengan jelas dan lekukan di setiap dinding kawah terlihat dengan jelas. Selain itu pada saat perjalanan menuju Gunung Tangkuban Perahu di sepanjang jalan kiri dan kanan di penuhi pepohonan hijau yang menyejukan dan hamparan perkebunan teh. Keindahan alam inilah yang menjadikan Tangkuban Perahu sebagai tempat wisata alam pavorit Propinsi Jawa Barat, khususnya Bandung. Setiap hari libur kawasan ini selalu dipadati pengunjung yang ingin melihat panorama keindahan kawah Gunung Tangkuban Perahu.
Gunung Tangkuban Perahu meletus secara hebat terakhir terjadi pada tahun 1910, dan hasil dari letusan dalam waktu 1,5 abad terakhir menghasilkan 9 kawah yang masih aktip hingga sekarang. Kesembilan kawah tersebut  yaitu Kawah Ratu, Kawah Upas, Kawah Domas, Kawah Baru, Kawah Jurig, Kawah Badak, Kawah Jurian, Kawah Siluman dan Kawah Pangguyungan Badak. Dari 9 kawah tersebut Kawah Ratu adalah kawah yang paling besar, dan Kawah Upas yaitu kawah terbesar kedua yang terletak bersebelahan dengan Kawah Ratu. Beberapa kawah mengandung mengandung asap beracun sehingga dilarang untuk menuruni kawah tersebut.


Tangkuban Perahu Merupakan obyek Wisata Alam yang sangat indah panoramanya sehingga Om tiadak kurang dari lima kali mengunjunginya, karena disamping dapat mengagumi ciptaan Allah SWT kita dapat memanjakan diri kita seolah photo model jepret! jepret! dan kita unggah ke Sosmed untuk kita kenang.

- Copyright © OmAlie - Hatsune Miku - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -